Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

ENTASKAN BUTA HIJAIYAH MELALUI APLIKASI

Gambar
  Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby   Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Gresik 4 Desa Glindah meluncurkan aplikasi berbasis android yang diberi nama Glindah Hijaiyah di Balai Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. “Aplikasi ini diciptakan untuk mengentaskan buta hijaiyah dan membantu para orang tua di Desa Glindah dalam mengajar mengaji secara praktis. Jadi bisa digunakan oleh semua pengguna android, karena dapat diunduh secara gratis di google playstore,” terang Citra Dwi Hartinah selaku Ketua Divisi Pendidikan dan Kesehatan KKN Non Reguler Desa Glindah menjelaskan. Minggu, (3/6). “Aplikasi ini dibuat selama 2 minggu mulai dari proses programming , desain hingga testing . Saya bersama teman saya, Arif membuat aplikasi ini dengan dibantu teman-teman Divisi Pendidikan dan Kesehatan dalam hal konten untuk aplikasi,” kata Amir Thoham yang selaku kreator aplikasi Glindah...

MELALUI E-LEARNING, TINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

Gambar
  Sumber foto: Dok.Humas Untag Sby Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat mendorong Fakultas Sastra Prodi Sastra Jepang Untag Surabaya untuk menerapkan E-Learning sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sistem pembelajaran. Direktorat Sistem Informasi bekerjasama dengan Prodi Sastra Jepang mensosialisasikan metode pelatihan e-learning melalui pelatihan yang diikuti oleh seluruh dosen prodi Jepang Untag Surabaya. Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari (25-26/02/2018) yang bertempat di meetingroom Fakultas Sastra Untag Surabaya. Pelatihan tersebut diawali dengan pengenalan sistem e-learning pada hari pertama dan dilanjutkan dengan penerapan e-learning dalam pembuatan materi ajar dihari kedua. Ketua Prodi Sastra Jepang, Dra. Endang Poerbawati, M.Pd mengatakan, selain untuk meningkatkan kualitas sistem pembelajaran prodi Sastra Jepang, pelatihan e-learning juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses bela...

GADGET, MERUGIKAN ATAU MENGUNTUNGKAN

Gambar
Sumber foto: Dok.Humas Untag Sby   Kekhawatiran orang tua akan pengaruh yang diberikan oleh gadget memang cukup beralasan. Hampir sebagian besar dari mereka mengeluhkan anaknya menghabiskan banyak waktunya untuk bermain smartphone­ miliknya ketimbang mempelajari mata pelajaran yang diberikan oleh sekolah. Bagai sisi mata uang gadget memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif. Anak menjadi malas belajar, enggan bersosialisasi, kecanduan, emosi cenderung meningkat, merupakan hal yang paling banyak dikeluhkan oleh sebagian besar orang tua termasuk warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Hal itulah yang menjadikan motivasi bagi mereka untuk mengikuti seminar Literasi Media yang diselenggarakan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (7/2). “Saya tertarik mengikuti acara ini karena saya rasa semua orang tua terutama di desa kami perlu mengetahui berbagai dampak yang diakibatkan oleh gadget yang belum pern...